Aku telah memulai dengan Al-Qur'an, maka seterusnya dan selamanya akan bersama Al-Qur'an. Aku tinggalkan yang lain, untuk Al-Qur'an. Tak ku kaji suatu ilmu melainkan itu berkaitan dengan Al-Qur'an. Tak terduga ternyata ini adalah sebuah keputusan penentu. Keputusan yang tak semua orang menyetujui nya.
Ini lah aku, inilah jalanku menuntut ilmu,, mungkin sebagian orang menganggap nya kurang tepat dan tak seimbang. Tapi ini sudah merupakan pilihan yang terlanjur dipilih. Bukan aku yang memilihnya.
Namun dengan lapang dada aku terima. Allah anugrahi aku seorang ayah yang tak ada duanya.
Jujur aku malu tak secendikia mereka dalam bidang-bidang tertentu.
Jujur aku malu tidak memiliki wawasan yang luas terkait dunia. Jujur aku malu tak seorator mereka dalam bicara,Tapi yang perlu kalian ketahui bahwasanya kejujuran ku itu tidak penting.
Keterlanjuran ini tidak boleh melahirkan sesal bagiku. Ketentuan ini tidak layak merugikan ku sama sekali
Sebagaimana Imam Nawawi yang terjun dalam bidang ke ilmu hadits biarlah ia menjadi ahlinya,, Sebagaimana imam Ahmad Alfarohidu menekuni bahasa Arab biarlah ia menjadi pakarnya.
Maka aku hanya butuh menekuni apa yang sudah terlanjur ku tempuh
Seandainya aku terjun ke Medan yang sama seperti mereka. belum tentu bisa memiliki apa yang tak mereka miliki. Rupanya takdir ku sudah terlalu indah.
I DO REALLY PROUD OF MY SELF
Choose your rute. And do not false